Dewan Desak Pemerintah Stabilkan Harga Sawit
PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, menyoroti anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Ia meminta pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga demi melindungi pendapatan petani sawit.
Menurut Sudarsono, penurunan harga TBS berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya di daerah yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor perkebunan kelapa sawit.
“Turunnya harga sawit sangat berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat, terutama di wilayah yang bergantung pada sektor perkebunan,” ujarnya, kemarin.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan itu mengatakan, penurunan harga TBS tidak hanya terjadi di wilayah dapilnya, tetapi hampir merata di seluruh daerah penghasil sawit di Kalteng.
Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebijakan baru pemerintah pusat yang mendorong pelaku usaha crude palm oil (CPO) melakukan penyesuaian. Akibatnya, pasar sempat bereaksi dan memengaruhi harga TBS di tingkat petani.
Meski demikian, Sudarsono optimistis gejolak harga tersebut tidak akan berlangsung lama. Ia melihat pasar mulai beradaptasi dengan kebijakan yang diterapkan sehingga harga sawit perlahan menunjukkan tren perbaikan.
“Saya melihat sentimennya tidak berlangsung lama. Harga sudah mulai merangkak naik setelah kebijakan itu diterapkan. Ini menjadi indikasi bahwa pasar mulai menyesuaikan diri,” katanya.
Sudarsono menegaskan, penurunan harga sawit sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Ketika harga TBS turun, pendapatan petani ikut berkurang sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi di daerah.
Karena itu, ia meminta pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah antisipatif agar dampak yang dirasakan petani tidak berkepanjangan. Dukungan pemerintah daerah dinilai penting untuk menjaga stabilitas sektor perkebunan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.
“Banyak warga yang menggantungkan hidup dari kelapa sawit. Karena itu, harus ada upaya yang jelas dari pemerintah. Kami meminta gubernur dan para bupati untuk mengantisipasi kondisi ini serta menindaklanjuti kebijakan yang ada agar harga sawit segera stabil,” tegasnya.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dapat berjalan optimal sehingga harga TBS kembali stabil dan kesejahteraan petani sawit di Kalimantan Tengah tetap terjaga. (*/Ark)

