STPN Buka Pendaftaran hingga 18 Juni, Ini Pilihan Prodi dan Prospek Kariernya

STPN Buka Pendaftaran hingga 18 Juni, Ini Pilihan Prodi dan Prospek Kariernya
Mahasiwi Politeknik Agraria STPN. (ist)

Sleman – Bagi lulusan SMA maupun SMK yang tertarik pada bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) menawarkan empat program studi sarjana terapan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di sektor tersebut.

Empat program studi yang tersedia meliputi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP), Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP), Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT), serta Sarjana Terapan Pertanahan.

Program Studi SPIP menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang memiliki minat pada bidang pengukuran, pemetaan, dan teknologi geospasial. Mahasiswa akan mempelajari teknik survei, sistem informasi geografis (SIG), fotogrametri, hingga pengolahan data spasial yang banyak digunakan dalam pengelolaan pertanahan modern.

Taruna SPIP, Dandi Resando, mengatakan ketertarikannya pada program studi tersebut muncul karena adanya kombinasi antara praktik lapangan dan pemanfaatan teknologi.

“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Teknologi geospasial yang digunakan terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Program Studi MPRP berfokus pada perencanaan wilayah, tata ruang, administrasi pertanahan, dan kebijakan publik. Program ini cocok bagi calon mahasiswa yang tertarik pada isu pembangunan dan pengelolaan ruang yang berkelanjutan.

Taruni MPRP, Ayu Hanan Mutia, mengaku terdorong memilih program tersebut karena ingin memahami proses penataan wilayah yang baik.

“Saya melihat masih ada berbagai persoalan tata ruang di sejumlah daerah. Karena itu saya ingin mempelajari bagaimana perencanaan ruang dapat mendukung pembangunan yang lebih teratur dan berkelanjutan,” kata Ayu.

Adapun Program Studi KMPT lebih menitikberatkan pada pengelolaan data pertanahan, administrasi, pelayanan publik, dan kebijakan pendaftaran tanah. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai sistem pendaftaran tanah, tata kelola administrasi, hingga layanan pertanahan berbasis elektronik.

Menurut taruna KMPT, Rizaldi Secondia Putra, program studi tersebut memberikan pemahaman tentang pentingnya kepastian hukum dalam pengelolaan pertanahan.

“Di sini saya belajar bagaimana proses pendaftaran tanah berlangsung dan bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan perlindungan hak bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Program Studi Pertanahan menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih luas, mulai dari hukum agraria, pengadaan tanah untuk pembangunan, penyelesaian sengketa, hingga pengendalian pemanfaatan ruang.

Taruni asal Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, mengatakan dirinya tertarik memilih program tersebut karena banyak kegiatan praktik lapangan dan interaksi langsung dengan masyarakat.

“Saya senang kegiatan di luar ruangan dan tertarik mempelajari berbagai persoalan pertanahan secara langsung. Karena itu saya memilih Program Studi Pertanahan,” katanya.

Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 orang. Kuota tersebut terdiri atas 260 peserta melalui jalur umum, 60 peserta jalur tugas belajar atau ASN Kementerian ATR/BPN, serta 30 peserta melalui jalur kerja sama pemerintah daerah.

Pendaftaran masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Dengan pilihan program studi yang beragam, STPN memberikan kesempatan bagi calon taruna untuk memilih bidang yang sesuai dengan minat sekaligus mendukung kebutuhan tenaga profesional di sektor agraria, pertanahan, dan tata ruang di Indonesia. (red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan