Seruyan Potensial Jadi Daerah Ekspor Sawit dan Kuatkan PAD

Seruyan Potensial Jadi Daerah Ekspor Sawit dan Kuatkan PAD
Anggota DPRD Kalimantan Tengah saat berbincang santai usai paripurna di gedung dewan setempat. Foto Ist

PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah Ferry Khaidir menilai Pelabuhan Segintung di Kabupaten Seruyan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pelabuhan ekspor. Keberadaan pelabuhan itu dinilai bisa memperkuat posisi Seruyan sebagai salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di Kalteng sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi daerah.

“Selama ini Kabupaten Seruyan dikenal sebagai sentra produksi kelapa sawit. Namun besarnya produksi komoditas tersebut belum sepenuhnya memberi dampak optimal terhadap peningkatan pendapatan daerah, karena sebagian manfaat ekonomi masih dinikmati wilayah lain,” kata Ferry, Sabtu (20/6/2026).

Ia menilai peningkatan status Pelabuhan Segintung menjadi pelabuhan ekspor dapat memperluas akses pemasaran hasil perkebunan dan memperkuat kontribusi sektor sawit terhadap perekonomian daerah. Menurutnya, keuntungan ekonomi dari sawit Seruyan selama ini justru lebih banyak dirasakan daerah lain seperti Pekanbaru, Riau.

“Seruyan ini salah satu penghasil kelapa sawit terbesar, tapi pajak yang kita pungut masih minim. Karena itu, kita mendorong agar Segintung bisa ditingkatkan statusnya menjadi pelabuhan ekspor,” ungkap Ferry.

Ferry menjelaskan, pengembangan Pelabuhan Segintung bukan wacana baru. Sejumlah infrastruktur pendukung di kawasan pelabuhan sudah mulai dipersiapkan sejak masa kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran, sebagai upaya memperkuat konektivitas dan aktivitas ekonomi wilayah pesisir.

Meski begitu, ia menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya peningkatan akses transportasi dari Bangkal menuju Kuala Pembuang agar distribusi hasil perkebunan dan logistik berjalan lebih efisien.

Menurut Ferry, kelancaran jalur transportasi menjadi faktor penting menunjang operasional pelabuhan jika status ekspor sudah didapat. Infrastruktur memadai akan mempermudah mobilitas barang dan meningkatkan daya saing komoditas daerah.

Selain infrastruktur, ia juga menyoroti pentingnya perhatian Pemprov terhadap perusahaan besar yang beroperasi di Seruyan. Hingga kini, sebagian besar penerimaan pajak dari sektor sawit masih lebih banyak masuk ke Kabupaten Kotawaringin Timur. Kondisi itu perlu dibenahi agar kontribusi perkebunan lebih seimbang bagi daerah penghasil.

“Kalau Pelabuhan Segintung resmi menjadi pelabuhan ekspor, dampaknya signifikan bagi ekonomi Seruyan. Selain memperluas akses pasar, daerah juga bisa memperoleh tambahan pendapatan dari pajak dan retribusi. Kalau ini terwujud, Seruyan akan lebih mandiri secara fiskal dan tidak hanya menjadi penonton dari hasil alamnya sendiri,” tandas Ferry. (Ark)

Tinggalkan Balasan