Orang Tua Perlu Adaptasi Penggunaan QRIS

Orang Tua Perlu Adaptasi Penggunaan QRIS
Sutik

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sutik menyoroti, perkembangan sistem pembayaran yang semakin pesat di era digital saat ini.

Menurutnya, penggunaan metode pembayaran nontunai seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), menjadi hal yang sangat umum dan harus diikuti oleh semua kalangan.

“Di era saat ini semuanya serba digital, salah satunya pembayaran melalui QRIS. Dengan adanya digitalisasi saat ini, semuanya harus belajar. Terutama dalam hal pembayaran menggunakan QRIS,” ucapnya, kemarin.

Lebih lanjut Suntik mengatakan, bahwa tidak semua lapisan masyarakat mampu beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi tersebut.

Ada masyarakat, khususnya para orang tua atau lansia, yang masih mengalami kesulitan, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari cara penggunaannya.

“Meskipun begitu, tidak semua orang bisa menggunakan QRIS. Contohnya orang yang sudah tua, tentunya mereka akan kesulitan dalam melakukan pembayaran secara digital,” ujarnya.

Oleh karena itu Sutik memberikan imbauan kepada para pelaku usaha, mulai dari pedagang, pemilik toko, hingga pengelola kafe dan restoran, agar tidak sepenuhnya meninggalkan sistem pembayaran secara tunai.

“Saya mengimbau agar toko atau kafe jangan hanya menggunakan QRIS sebagai satu-satunya sarana pembayaran, tetapi tetap menyediakan opsi pembayaran menggunakan uang tunai,” tegasnya.

Tak dipungkiri tambah dia, generasi muda memang dinilai lebih cepat tanggap dan mahir menggunakan teknologi digital. Namun, bagi kalangan orang tua, adaptasi ini masih dalam tahap proses belajar. (*/Ark)

Tinggalkan Balasan