Kemandirian Fiskal Lewat Optimalisasi PAD
PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Wengga Febri Dwi Tananda, menegaskan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan kemandirian fiskal daerah.
Ia mendorong Pemerintah Provinsi Kalteng mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan daerah. Hal ini penting agar daerah tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Menurutnya, pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh terhadap sistem pengelolaan pendapatan. Mulai dari penguatan administrasi, pemanfaatan teknologi, hingga optimalisasi aset yang dimiliki pemerintah daerah.
“Optimalisasi PAD tidak cukup hanya dengan menaikkan target penerimaan. Pemerintah juga harus memperkuat administrasi, memanfaatkan teknologi informasi, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mengelola aset daerah secara lebih efektif,” ujarnya, kemarin.
Wengga menjelaskan, besar kecilnya PAD akan menentukan ruang fiskal yang dimiliki pemerintah daerah. Semakin besar pendapatan mandiri, semakin luas kemampuan pemerintah membiayai program pembangunan.
“Ketika kemampuan fiskal daerah semakin kuat, pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk membiayai program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai penguatan PAD juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Kalteng.
Selain meningkatkan pendapatan, Wengga mengingatkan keberhasilan APBD tidak hanya diukur dari penyerapan anggaran. Yang lebih penting adalah kualitas belanja daerah dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Setiap rupiah anggaran harus menghasilkan dampak nyata. Baik dalam bentuk peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja, perbaikan pelayanan publik, maupun penguatan daya saing daerah,” tegasnya. (Ark)

