Jamilah Ajak Warga Pulang Pisau Jaga Perempuan dan Anak dari Kekerasan
Pulang Pisau – Kepedulian terhadap keselamatan perempuan dan anak kembali disuarakan Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Jamilah. Ia mengajak seluruh masyarakat, terutama orang tua dan pihak sekolah, untuk bersama-sama mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan sekitar.
Menurut Jamilah, perempuan dan anak adalah sosok yang harus dilindungi dan diberi rasa aman. Karena itu, semua pihak diminta lebih peka terhadap kondisi di sekeliling, agar kasus kekerasan bisa dicegah sejak dini.
“Rumah dan sekolah harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak dan perempuan, bukan justru tempat yang menimbulkan rasa takut,” ujarnya, Kamis (20/3/2026).
Ia menilai, keluarga memiliki peran paling dekat dalam melihat perubahan perilaku anak. Ketika anak mulai murung, takut, atau berbeda dari biasanya, orang tua diharapkan segera hadir, mendengar, dan mencari tahu apa yang sedang dialami anak.
Bagi Jamilah, perhatian sederhana seperti mengajak anak berbicara, menemani belajar, hingga mendengarkan keluh kesah mereka bisa menjadi benteng awal dari berbagai bentuk kekerasan.
Selain keluarga, sekolah juga dinilai memiliki tanggung jawab besar. Guru, wali kelas, dan tenaga Bimbingan Konseling diminta lebih peduli terhadap kondisi siswa, terutama jika ada tanda-tanda perundungan atau tekanan mental di lingkungan sekolah.
“Anak-anak butuh tempat bercerita dan merasa didengar. Guru harus menjadi orang tua kedua yang mampu memberi rasa nyaman,” katanya.
Politisi Partai Demokrat dari Dapil II Pulang Pisau itu menegaskan, kekerasan bukan hanya soal fisik, tetapi juga bisa berupa hinaan, bullying, pelecehan, maupun tekanan psikologis yang meninggalkan luka mendalam.
Ia berharap masyarakat Pulang Pisau terus menumbuhkan budaya saling menjaga, saling peduli, dan tidak ragu melapor jika melihat adanya tindak kekerasan. Menurutnya, masa depan anak-anak akan lebih baik jika mereka tumbuh di lingkungan yang penuh kasih sayang dan perlindungan. (red/as)

