Jalan Produksi Pertanian untuk Dongkrak Ekonomi Petani

Jalan Produksi Pertanian untuk Dongkrak Ekonomi Petani
Siti Nafsiah

PALANGKA RAYA – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah, menilai pembangunan jalan produksi pertanian menjadi langkah strategis untuk mempercepat perputaran ekonomi masyarakat. Sektor pertanian selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Menurut Siti, infrastruktur yang memadai akan memperlancar distribusi hasil panen dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. “Pemerintah daerah perlu fokus membangun jalan pertanian agar hasil panen petani bisa segera sampai ke pasar,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, jalan produksi tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi. Jalan tersebut juga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan sentra pertanian.

Hingga kini, masih banyak wilayah di Kalteng yang memiliki potensi pertanian besar, namun belum didukung akses jalan yang memadai. Kondisi itu menjadi kendala petani mendistribusikan hasil produksi secara cepat dan efisien.

Keterbatasan akses menyebabkan biaya angkut hasil pertanian meningkat. Akibatnya, keuntungan yang diterima petani berkurang. “Kalau jalan masih rusak, biaya angkut jadi mahal, dan petani akhirnya merugi,” tegas Siti.

Siti menyebut jalan produksi juga menentukan nilai jual hasil pertanian. Akses yang lancar membuat panen cepat dipasarkan, kualitas produk terjaga, dan petani berpeluang mendapat harga lebih baik.

Dampaknya tidak hanya dirasakan petani. Kelancaran distribusi juga menjaga stabilitas pasokan komoditas di pasar, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Untuk itu, ia mendorong pembangunan jalan produksi menjadi prioritas dalam perencanaan daerah. Pemerintah dapat mengoptimalkan APBD, program pusat, atau skema padat karya yang sekaligus membuka lapangan kerja.

“Sinergi Pemprov, Pemkab, dan masyarakat sangat penting agar pelaksanaannya tepat sasaran. Kita harapkan Kalteng menjadi daerah pertanian maju dengan infrastruktur yang berkelanjutan,” tutup legislator Fraksi Golkar itu. (Ark)

Tinggalkan Balasan