Disiplin Fiskal untuk Dongkrak Ekonomi 2026

Disiplin Fiskal untuk Dongkrak Ekonomi 2026
Anggota DPRD Kalteng serius mengikuti paripurna di gedung dewan setempat. Foto Ist

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Okki Maulana, menegaskan keberhasilan pembangunan daerah pada 2026 bergantung pada disiplin fiskal dan penguatan sektor produktif pemerintah provinsi.

“Kebijakan fiskal yang konsisten akan menjadi fondasi menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan di sektor prioritas,” kata Okki, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, Pemprov Kalteng telah menetapkan sejumlah target dalam Rancangan Perda APBD 2026. Target itu menjadi acuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu sasarannya adalah pertumbuhan ekonomi Kalteng sebesar 6 persen. Pemerintah juga menargetkan penurunan angka kemiskinan pada kisaran 4,31 persen sampai 4,89 persen.

Menurut Okki, target tersebut mencerminkan optimisme terhadap potensi ekonomi daerah. Namun optimisme itu harus diimbangi pengelolaan fiskal yang realistis, terukur, dan berorientasi hasil.

“Setiap kebijakan anggaran harus diarahkan agar belanja efektif, efisien, dan tepat sasaran. Setiap rupiah harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan Pemprov dengan pemerintah pusat. Sinergi itu dinilai penting agar perencanaan dan pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Target daerah harus selaras dengan prioritas pusat. Kita ingin pembangunan benar-benar berdampak bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi angka,” tutup Okki. (Ark)

Tinggalkan Balasan