Edukasi Masyarakat Terkat Keuangan Digital
PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Sudarsono, mengajak seluruh pihak, baik itu pemerintah maupun lainnya, untuk segera memberikan edukasi yang masif kepada masyarakat mengenai produk-produk keuangan digital.
Pentingnya edukasi diberikan, mengingat tingginya risiko yang mungkin dihadapi jika masyarakat tidak memahami secara jelas cara kerja, dan aturan yang berlaku dalam layanan tersebut.
“Kita melihat antusiasme masyarakat terhadap kemudahan akses keuangan digital cukup tinggi. Namun, di sisi lain, pemahaman yang mendalam mengenai risiko dan cara penggunaannya masih dirasa kurang,” ucapnya, kemarin.
Oleh karena itu lanjut Sudarsono, pemerintah dan stakeholder terkait harus proaktif memberikan edukasi yang tepat sasaran.
Ia menekankan, pentingnya pemahaman terkait pinjaman online, yang jika tidak digunakan dengan bijak dan tanpa mengetahui syarat serta ketentuannya, dapat menjerumuskan masyarakat ke dalam masalah ekonomi bahkan tindak pidana.
“Jangan sampai terjebak pada pinjaman online ilegal yang menawarkan proses cepat, namun menerapkan bunga mencekik serta cara penagihan yang tidak beretika dan mengancam keamanan,” tukasnya.
Selain mengenali legalitas, edukasi juga harus mencakup pemahaman tentang manajemen keuangan pribadi.
“Maka itu masyarakat perlu diberi pemahaman, bahwa pinjaman online sebaiknya hanya digunakan untuk kebutuhan produktif yang mendesak, bukan untuk gaya hidup konsumtif yang tidak terukur,,” imbuhnya.
Selebihnya Sudarsono berharap, melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat dapat menjadi lebih cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi keuangan, guba mendukung kesejahteraan ekonomi. (*/Ark)

