Apresiasi Pemerintah Pulangkan Tenaga Kerja Asal Buntok dari Kamboja
PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Sudarsono mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat dalam memulangkan warga Kalimantan Tengah yang sempat mengalami persoalan saat bekerja di Kamboja.
Menurutnya, respons tersebut menunjukkan negara hadir memberikan perlindungan kepada warga negara yang menghadapi masalah di luar negeri.
Sudarsono menyampaikan penghargaan kepada pemerintah, khususnya kementerian terkait, yang bergerak cepat menangani persoalan tersebut hingga warga asal Kalteng itu dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
“Pertama kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang begitu cepat tanggap mengatasi persoalan tenaga kerja kita yang sempat terlunta-lunta di negeri orang. Alhamdulillah sekarang sudah sampai bersama keluarganya dengan selamat,” ujarnya, kemarin.
Ia menilai, keselamatan warga negara harus menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kasus pekerja migran Indonesia. Karena itu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga perlu terus diperkuat agar setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti tanpa menunggu persoalan semakin besar.
Menurut Sudarsono, kasus yang menimpa pekerja asal Buntok tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap pekerja migran tidak hanya dilakukan saat mereka berada di luar negeri, tetapi juga sejak proses keberangkatan. Pengawasan terhadap penyalur tenaga kerja dan pemberian informasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan.
Ia berharap keberhasilan pemulangan warga tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah memiliki komitmen dalam melindungi setiap warga negara di mana pun berada. Di sisi lain, berbagai pihak juga diharapkan terus memperkuat upaya pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Terpenting sekarang adalah bagaimana semua pihak dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini. Kita tentu bersyukur warga kita sudah kembali dengan selamat, tetapi ke depan jangan sampai ada lagi masyarakat yang mengalami persoalan serupa ketika bekerja di luar negeri,” tutupnya. (Ark)

