Puncak Kemarau Kalteng 2026 Diprediksi Agustus-September

Puncak Kemarau Kalteng 2026 Diprediksi Agustus-September
Petugas dari tim penanggulangan bencana daerah saat melakukan pemadaman karhutla. Foto Ist

PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2026 di sebagian wilayah Kalimantan Tengah terjadi pada Agustus hingga September.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Kelas I BMKG, Chandra Mukti, mengatakan periode tersebut perlu diwaspadai karena kondisi kemarau diperkirakan mencapai puncaknya.

“Puncak Musim Kemarau 2026 di sebagian wilayah Kalimantan Tengah diprediksi terjadi antara bulan Agustus dan September,” katanya di Palangka Raya, Selasa (11/8/2026).

Menurut BMKG, sebagian besar wilayah Kalteng diprakirakan mengalami musim kemarau dengan sifat di bawah normal atau lebih kering dibandingkan kondisi rata-ratanya.

Dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991–2020, puncak musim kemarau tahun ini diprediksi mundur sekitar satu bulan.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama terhadap potensi kekeringan serta meningkatnya kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode kemarau,” jelas Chandra.

Meski demikian, cuaca di Kalteng tidak sepenuhnya seragam. Sejumlah wilayah di bagian utara masih berpotensi mengalami hujan. Masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan informasi peringatan dini dari BMKG.

Secara nasional, BMKG sebelumnya juga memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia berlangsung Juli–September 2026, dengan wilayah terbanyak mengalami puncak pada Agustus.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama puncak kemarau, khususnya dalam penggunaan api di lahan dan menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari. (Ark)

Tinggalkan Balasan