PLTS Jadi Solusi untuk Terangi Desa Terpencil

PLTS Jadi Solusi untuk Terangi Desa Terpencil

PALANGKA RAYA – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah Lohing Simon mendorong optimalisasi energi alternatif. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dinilai paling cocok memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah terpencil.

Dorongan itu disampaikan Lohing menanggapi keluhan warga sejumlah desa di Barito Selatan. PLTD skala desa yang mereka pakai kini sulit operasional karena harga bahan bakar solar industri terus naik.

Menurut Lohing, persoalan harga BBM adalah kebijakan nasional. Daerah harus menyikapinya dengan langkah adaptif agar layanan dasar masyarakat tidak terganggu.

“Kalau terkait harga BBM, itu kebijakan pemerintah pusat. Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana masyarakat tetap dapat akses listrik memadai. Karena itu, pemanfaatan energi alternatif seperti PLTS perlu terus dikembangkan,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Lohing menjelaskan rasio elektrifikasi Kalteng terus meningkat. Sebagian besar wilayah sudah terlayani listrik, baik lewat jaringan PLN maupun pembangkit tersebar di berbagai daerah.

Ia menilai kapasitas daya listrik Kalteng saat ini sebenarnya cukup, bahkan melebihi kebutuhan. Namun tantangan utama ada pada jaringan distribusi ke desa-desa jauh dan sulit dijangkau.

“Kalau tidak salah kemampuan daya listrik yang ada saat ini sudah cukup, bahkan melebihi kebutuhan. Yang menjadi kendala adalah jaringan distribusinya sehingga belum bisa menjangkau seluruh desa, terutama daerah yang aksesnya sulit,” jelas Lohing.

Untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan konvensional, pemerintah dan PLN sudah mengembangkan alternatif. PLTS jadi solusi andalan karena minim biaya operasional dan ramah lingkungan untuk desa terpencil.

Menurut Lohing, langkah itu perlu dukungan semua pihak. Program energi terbarukan sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

“Kita berharap program elektrifikasi yang berjalan terus ditingkatkan sehingga seluruh masyarakat Kalteng dapat menikmati layanan listrik yang andal dan berkelanjutan,” katanya.

Lohing juga mengapresiasi upaya pemerintah dan PLN memperluas akses listrik ke pelosok. Ia berharap target pemerataan listrik terwujud lewat sinergi pusat, daerah, PLN, dan masyarakat.

“Paling penting kebutuhan masyarakat tetap prioritas. Kita dukung setiap langkah perluasan akses listrik, baik lewat jaringan PLN maupun energi terbarukan seperti tenaga surya,” pungkasnya. (Ark)

Tinggalkan Balasan