Stok Hewan Kurban di Palangka Raya Dipastikan Aman dan Sehat
PALANGKA RAYA – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketpang) Kota Palangka Raya memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman, sehat, dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Terutama pengawasan kesehatan pun terus diperketat, khususnya terhadap sapi dan kambing yang masuk ke wilayah Kota Cantik.
Kepala Distanketpang Kota Palangka Raya, Sugiyanto mengatakan, seluruh hewan kurban yang didatangkan ke Palangka Raya wajib menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit ternak. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat membeli hewan kurban.
“Sampai saat ini belum ada indikasi penyakit yang mengkhawatirkan. Sebelumnya kami juga telah melaksanakan vaksinasi PMK,” ujar Sugiyanto, kemarin.
Dijelaskan, PMK sejauh ini masih menjadi perhatian serius pemerintah karena dapat memengaruhi kesehatan ternak, terutama sapi yang dipersiapkan untuk kebutuhan Iduladha. Oleh sebab itu, setiap hewan yang masuk ke Palangka Raya langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi.
“Begitu sapi tiba di Palangka Raya, langsung kami lakukan vaksinasi PMK. Ini merupakan salah satu langkah pencegahan agar hewan tetap sehat,” jelasnya.
Selain vaksinasi, Distanketpang juga melakukan pemeriksaan fisik secara berkala di sejumlah titik penjualan hewan kurban. Pemeriksaan meliputi kondisi tubuh, kesehatan mulut, kuku, hingga memastikan hewan memenuhi syarat untuk dijadikan kurban.
“Terus dilakukan pemeriksaan fisik guna memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban,” tambah Sugiyanto.
Sementara itu dari sisi ketersediaan, Distanketpang memperkirakan stok hewan kurban tahun ini mencukupi kebutuhan masyarakat Palangka Raya. Hingga saat ini, jumlah sementara sapi yang tersedia mencapai sekitar 1.500 ekor, sedangkan kambing sekitar 500 ekor.
Sugiyanto menyebutkan, kebutuhan hewan kurban pada tahun lalu berada di angka sekitar 1.204 ekor dan seluruh permintaan masyarakat dapat terpenuhi. Apabila terjadi peningkatan kebutuhan sekitar lima hingga 10 persen tahun ini, pihaknya optimistis stok yang tersedia tetap aman.
“Jika kenaikan kebutuhan hanya sekitar lima sampai 10 persen, maka kebutuhan tahun ini diperkirakan sekitar 1.300 ekor. Dengan kondisi saat ini, kami pastikan kebutuhan hewan kurban di Kota Palangka Raya tetap tercukupi,” pungkasnya. (*/Ark)

