Perlu Kolaborasi Cegah HIV

Perlu Kolaborasi Cegah HIV
Sugiyarto

PALANGKA RAYA – Seperti diketahui angka kasus HIV di Kota Palangka Raya tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Dari 487 temuan Orang Dengan HIV (ODHIV) baru di Provinsi Kalimantan Tengah, 125 kasus atau 25,67 persen berasal dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL).

Sementara beberapa daerah lain mencatat angka yang lebih rendah. Seperti Barito Utara 20 persen, Sukamara 22 persen, Gunung Mas 15 persen, Murung Raya 16 persen, Kotawaringin Barat 11 persen, Lamandau 13 persen, dan Katingan delapan persen.

Terkait hal itu Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto menyampaikan, adanya hal yang demikian maka perlu kerjasama dan sinergitas semua pihak, dalam mencegahnya.

“Baik itu dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), perlu didudukkan bersama dalam rangka untuk pencegahan HIV ini,” ujarnya, kemarin.

Dikatakan Sugiyarto, penyakit HIV ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah maupun semua pihak.

“Apalagi penularannya sesama lelaki. Maka hal ini sudah sangat bermasalah dan dari segi moral pun juga lebih bermasalah,” tukasnya, kemarin.

Terlebih lanjut Sugiyarto, adanya penularan HIV dari beda jenis itu sendiri sudah menunjukkan sangat berbahaya dan sangat salah. Oleh karena itu perlu pencegahan melalui dinas terkait, sehingga penularan HIV di tingkat kabupaten dan kota bisa dicegah, dan dapat dikurangi dari tahun ke tahun.

Pencegahan tersebut meliputi sosialisasi dengan menggunakan lembaga masyarakat yang ada. Terkait sisi moral bisa melalui tokoh agama dan perlu dibekali oleh pemerintah daerah, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya HIV.

“Sebab itu dari sisi moral, maka untuk mencegah penularan HIV ini, peran masyarakat sangat diperlukan. Seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lainnya, agar penularan HIV mengalami penurunan,” ungkapnya.

Lebih dari itu Sugiyarto mengimbau agar dinas terkait dapat memperkuat sinergitas. Terutama untuk dapat melacak penularan HIV yang masih belum terjangkau. (*/Ark)

Tinggalkan Balasan