Pemkab Kapuas Percepat Pembangunan Jembatan Lawang Kamah

Pemkab Kapuas Percepat Pembangunan Jembatan Lawang Kamah
Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno didampingi Sekretaris Daerah Kapuas Usis I. Sangkai memimpin rapat koordinasi perpercepatan pembangunan jembatan menuju Desa Lawang Kamah, Kecamatan Timpah di ruang rapat rujab bupati setempat, Senin (6/4/2026). Foto: M. Rifai.

KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas mempercepat pembangunan jembatan menuju Desa Lawang Kamah, Kecamatan Timpah, dengan melibatkan dunia usaha melalui skema konsorsium, menyusul kondisi jembatan lama yang rusak parah dan menghambat mobilitas warga.

Langkah percepatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Senin (6/4/2026), didampingi Sekretaris Daerah Kapuas Usis I. Sangkai serta dihadiri kepala perangkat daerah, Camat Timpah, kepala desa, pihak perusahaan, dan undangan terkait.

Bupati Kapuas menegaskan pembangunan jembatan menjadi prioritas karena merupakan akses utama masyarakat setempat yang selama ini terbatas akibat kerusakan infrastruktur.

Ia mendorong keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial untuk mempercepat realisasi pembangunan.

Sekretaris Daerah Kapuas Usis I. Sangkai menjelaskan rapat telah menyepakati pembangunan jembatan dengan melibatkan sejumlah perusahaan besar swasta yang beroperasi di Kecamatan Timpah.

Pembangunan direncanakan menggunakan skema konsorsium, termasuk melibatkan PT Daya Sakti, dengan bentang jembatan sekitar 65 meter.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan melakukan peninjauan teknis guna memastikan kesiapan pembangunan sekaligus mematangkan pembentukan konsorsium pelaksana.

Pemerintah menargetkan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan setelah tahap persiapan, dengan menggunakan konstruksi sederhana agar pengerjaan lebih cepat.

Saat ini, jembatan yang ada tidak dapat dilalui kendaraan sehingga warga harus menggunakan perahu motor untuk beraktivitas, sementara kendaraan ditinggalkan di seberang desa.

“Pembangunan akses ini sangat penting untuk membantu mobilitas masyarakat. Kita berharap ada dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha, agar pelaksanaannya dapat dipercepat,” ujarnya. (Rif/fer)

Tinggalkan Balasan