Pemerintah Harus Perkuat Ekonomi Desa
PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi mendorong pemerintah daerah, untuk terus memperkuat perekonomian desa, mengingat kemajuan daerah tidak akan terlepas dari kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Kami mendorong pemerintah daerah untuk fokus memperkuat ekonomi desa. Salah satunya melalui pengembangan usaha lokal berbasis potensi kreatif serta dukungan permodalan yang berkelanjutan,” katanya, Senin (4/5/2026)
Disebutkan, produk pertanian, kerajinan tangan, hingga pariwisata desa menyimpan potensi besar untuk menembus pasar nasional bahkan internasional. Pemerintah daerah harus mendorong potensi-potensi desa untuk tembus ke pasara internasional.
Terlebih Kalimantan Tengah memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Hanya saja untuk bisa bersaing, produk-produk tersebut perlu sentuhan yang lebih serius.
Ia mencontohkan sejumlah komoditas yang sudah memiliki nama, seperti anyaman rotan dari Desa Kahayan Kuala dan kopi robusta dari Kecamatan Bukit Santuai.
“Komoditas unggulan seperti anyaman rotan dari Kahayan Kuala dan kopi robusta dari Bukit Santuai perlu mendapatkan perhatian serius. Khususnya dalam peningkatan kualitas produk dan pengemasan agar lebih menarik dan kompetitif di pasaran,” ujarnya.
Terlepas dari itu Junaidi menekankan, penguatan ekonomi desa harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari membangun ekosistem ekonomi kreatif. Hal ini mencakup inovasi produk, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.
“Dalam konteks ini diperlukan pelatihan pembuatan label bermerek, strategi pemasaran online, serta pendampingan manajemen usaha yang berkelanjutan. Dengan begitu, produk desa tidak hanya bagus, tapi juga dikenal luas dan dikelola secara profesional,” jelasnya.
Sementara DPRD Kalimantan Tengah sendiri tambah Junaidi, akan terus mendorong adanya alokasi anggaran daerah melalui skema dana bergulir desa, dengan sistem bunga rendah atau bahkan tanpa bunga, agar mudah diakses oleh pelaku usaha yang ada di pedesaan. (*/Ark)

