Maju Ketua DAD Kalteng, Endeh S. Hidik Usung Visi Dayak Bersatu dan Bermartabat

Maju Ketua DAD Kalteng, Endeh S. Hidik Usung Visi Dayak Bersatu dan Bermartabat
Endeh S. Hidik

PALANGKA RAYA – Bursa pemilihan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah periode 2026-2031 mulai memanas. Tokoh pemberdayaan masyarakat Dayak, Ir. Endeh S. Hidik, CPM, CPA, CPArb, resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua DAD Kalteng.

Pernyataan tersebut disampaikan dia kepada awak media, Selasa (13/10/2026). Endeh bukan sosok baru di kalangan masyarakat adat.

Ia dikenal sebagai praktisi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang telah puluhan tahun melakukan pendampingan warga adat dari pedalaman hingga perkotaan di 14 kabupaten/kota se-Kalteng.

Dengan pengalaman sebagai mediator profesional, ia hadir membawa gagasan pembaruan bagi lembaga adat tertinggi di Bumi Tambun Bungai tersebut.

Endeh mengusung visi “Mewujudkan Masyarakat Dayak dan Masyarakat Kalimantan Tengah Menjadi Bersatu, Cerdas, Maju, dan Bermartabat”.

Visi tersebut berlandaskan kearifan lokal leluhur, filosofi Huma Betang, semangat Dayak Bahadat, serta nilai-nilai Kesepakatan Tumbang Anoi dalam bingkai NKRI.

“Dewan Adat Dayak bukan sekadar lembaga warisan leluhur, melainkan garda terdepan untuk melindungi hak-hak masyarakat adat, menjaga hukum adat dan memberdayakan ekonomi serta budaya Dayak. DAD harus hadir sebagai rumah besar yang mengayomi, bukan hanya sebagai simbol,” tegasnya.

Endeh menilai tantangan masyarakat adat ke depan semakin kompleks, mulai dari alih fungsi hutan adat, lemahnya perlindungan hukum, hingga lunturnya nilai budaya di kalangan generasi muda.

Untuk mewujudkan visinya, ia merumuskan lima misi strategis. Pertama, memperkuat nilai adat dan perlindungan hutan adat melalui revitalisasi hukum adat dan pemetaan partisipatif wilayah adat.

Kedua, menata tata kelola organisasi DAD secara profesional, transparan, dan akuntabel dari provinsi hingga kecamatan dan kedamangan.

Ketiga, memberdayakan masyarakat adat di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan hukum melalui bantuan hukum gratis, pelatihan wirausaha berbasis kearifan lokal, pelestarian seni budaya, dan beasiswa pendidikan.

Keempat, menyelaraskan program DAD dengan kebijakan Pemprov Kalteng serta mencegah kerusakan hutan, karhutla, dan tambang ilegal. Kelima, membangun persaudaraan Dayak se-Borneo dan membina generasi muda Dayak yang berjiwa pengabdian.

Jika terpilih, Endeh berkomitmen membawa DAD lebih membumi dan dekat dengan masyarakat pedalaman.

“Bersama kita jaga warisan leluhur, wujudkan Dayak yang maju dan bermartabat. Ini saatnya DAD bangkit menjadi kekuatan moral, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat adat,” ucapnya.

Pemilihan Ketua DAD Kalteng periode 2026-2031 diperkirakan akan berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat. (Ark)

Tinggalkan Balasan