Kesbangpol Palangka Raya Ajak Gen Z Belajar Nilai Huma Betang
PALANGKA RAYA — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palangka Raya kini menerapkan pendekatan interaktif melalui permainan dan simulasi untuk mengedukasi dan membumikan nilai-nilai Pancasila serta semangat Huma Betang di kalangan generasi muda.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Bangsa dan Karakter Bangsa pada Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya, H. Mahjuri mengatakan, langkah inovatif ini sengaja diambil agar pembinaan ideologi tidak terkesan kaku dan monoton, sehingga lebih mudah diterima oleh generasi milenial dan Gen Z.
“Dalam implementasinya, kegiatan pembinaan berupa program inovasi ini dirancang dengan diawali sesi kuis dan gim kelompok sebelum para peserta masuk ke materi inti,” ungkap Mahjuri di Palangka Raya, Kamis (6/8/2026).
Untuk memecah kecanggungan sosial yang sering terjadi, peserta yang datang dari berbagai latar belakang suku dan agama sengaja dipasangkan dan dibaurkan dalam satu kelompok.
“Melalui aktivitas kelompok tersebut, para peserta edukasi didorong untuk saling berinteraksi secara alami, tanpa membeda-bedakan identitas suku maupun agama masing-masing,” terangnya.
Mahjuri menilai pendekatan berbasis permainan sangat efektif dalam menciptakan keakraban, sekaligus menanamkan rasa kebersamaan yang kuat sejak dini.
Metode permainan ini sekaligus menjadi representasi nyata dari filosofi Huma Betang. Filosofi rumah adat masyarakat Dayak tersebut menggambarkan keindahan kehidupan bersama dalam bingkai keberagaman, di mana semua penghuni hidup rukun di bawah satu atap.
“Program edukasi nilai-nilai kebangsaan dari Kesbangpol itu pada prinsipnya seperti Huma Betang, yakni bersatu dalam satu wadah tanpa memandang suku dan agama untuk mencegah perpecahan,” tegasnya.
Melalui penerapan metode kreatif ini, Kesbangpol berharap dapat memperkokoh persatuan bangsa di tingkat daerah. Selain itu, pendekatan ini juga dinilai efektif mencegah potensi gesekan atau konflik sosial di tengah masyarakat akibat perbedaan identitas.
Dengan cara belajar yang menyenangkan, nilai kebangsaan diharapkan tidak hanya dipahami, tetapi juga diamalkan oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-hari. (Ark)

