Kabut Asap, Dinkes Palangka Raya Bagikan Masker dan Siapkan Oksigen Gratis
PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya meningkatkan kewaspadaan menyusul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali menyelimuti sejumlah kawasan. Langkah perlindungan dilakukan dengan membagikan masker gratis kepada pengendara dan masyarakat.
Sebanyak 50 kotak berisi ratusan masker dibagikan Dinkes di kawasan Bundaran Besar, Selasa (18/8/2026) lalu. Lokasi itu dipilih karena kepadatan asap terlihat cukup pekat.
Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan pembagian masker merupakan respons pemerintah terhadap memburuknya kualitas udara.
“Kami dari Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan membagikan masker untuk warga yang melintas di bundaran,” ujarnya.
Aksi pembagian masker tidak hanya dilakukan sekali. Dinkes berencana memindahkan lokasi ke sejumlah titik strategis agar cakupan perlindungan lebih luas.
Dinkes memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan terdampak asap, yakni anak SD hingga SMA, ibu hamil, dan lansia.
Selain pembagian masker, tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan meningkatnya keluhan akibat paparan asap.
Riduan menjelaskan, paparan asap dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan memperparah penyakit pernapasan seperti asma. “Dampak asap menyebabkan ISPA. Bagi penderita asma mungkin kambuh. Segera berobat jika ada keluhan,” ujarnya.
Sebagai antisipasi, Dinkes juga menyiapkan dukungan oksigen di fasilitas kesehatan. Sedikitnya lima tabung oksigen disediakan dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis jika membutuhkan bantuan pernapasan.
Meski aktivitas warga terganggu, hingga saat ini belum ada laporan kematian yang dikaitkan dengan dampak asap. Keluhan kesehatan yang ditemukan masih didominasi kasus ISPA ringan.
Sebelumnya, sehari setelah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kabut asap kembali menyelimuti Palangka Raya. Kondisi cukup pekat terpantau Selasa pagi di ruas Jalan Tingang hingga Kecamatan Jekan Raya. Meski demikian, aktivitas warga tetap berjalan, termasuk anak sekolah yang tetap berangkat.
Dinkes berharap hujan segera turun untuk mengurangi kabut asap. Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan kondisi udara. “Warga tetap waspada dan gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” pungkas Riduan. (Ark)

