Dibangun Tahun 2024, Jembatan Mangkatip – Dadahup (Food Estate) PUPR Barsel Senilai Rp19.39 Miliar Telah Rusak Parah
Rusak Sebelum Diresmikan
Sayangnya harapan tinggal harapan. Proyek strategis dengan nilai fantastis Rp19.39 Miliar kini mangkrak dan tidak berfungsi akibat kondisi jembatan telah mengalami kerusakan parah.
Dari temuan di lokasi tampak Oprit Jembatan sebelah selatan telah mengalami kerusakan yang sangat parah berupa penurunan tanah (settlement) dan retak struktural pada beberapa titik. Kemudian Abutment Jembatan (pangkal jembatan) mengalami keretakan parah yang mengancam keseluruhan struktur jembatan rangka baja.
Kerusakan yang terjadi diduga disebabkan faktor manusia yang menyebabkan kegagalan konstruksi diantaranya desain yang kurang tepat, metode konstruksi yang buruk, material berkualitas rendah dan kurangnya inspeksi atau pengawasan dari dinas terkait.
Cermin Lemahnya Pengawasan Mutu
Ketua Umum DPP Suara Masyarakat Borneo (SUMBO) Diamon ikut menyoroti kualitas proyek Pembangunan Jembatan Mangkatip – Dadahup (Food Estate). Banyak hal yang disampaikan aktivis muda ini kepada wartawan Arkanews.com yang menemuinya di kantornya di Jalan Adonis Samad No. 13 Kota Palangka Raya pada hari Rabu (1/4/2026).
Diamon mengatakan, kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Ia menilai proyek itu disinyalir dikerjakan secara asal-asalan dan kurang mengedepankan kualitas, meskipun anggaran yang digelontorkan tergolong besar.
Mutu dan volume material yang terpasang diduga berkualitas rendah dan tidak sesuai standar yang dipersyaratkan dalam kontrak maupun SNI. Perencanaan proyek ini diduga tidak dilakukan dengan analisa yang tepat.
Selain itu, kerusakan parah yang terjadi mencerminkan lemahnya pengawasan mutu. Hal ini memunculkan dugaan adanya potensi kegagalan konstruksi, baik dalam proses uji laboratorium maupun pengawasan oleh konsultan.
“Berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan oleh tim teknis Perkumpulan Suara Masyarakat Borneo (SUMBO), di lapangan pada awal Maret 2026, kami menemukan fakta-fakta bahwa kerusakan fisik yang sangat parah terjadi pada Oprit Jembatan sebelah selatan berupa penurunan tanah (settlement) dan retak struktural pada beberapa titik,” katanya.
Pihaknya menemukan juga Abutment Jembatan atau pangkal jembatan telah mengalami keretakan parah yang mengancam keseluruhan struktur jembatan rangka baja. Kemudian Oprit Jembatan sebelah utara belum terselesaikan.
Baca selanjutnya →

