BPBD Kerahkan 4 Helikopter dan Pesawat OMC
PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian serius. Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalteng mencatat akumulasi luas lahan yang terbakar telah mencapai 3.069,52 hektare.
Dalam sehari terakhir terpantau 76 titik hotspot dan terjadi 15 kejadian karhutla di berbagai wilayah.
Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan penanganan terus dilakukan secara terpadu. Sebanyak 238 personel gabungan dikerahkan ke lapangan.
“Penanganan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan relawan. Kami juga didukung empat unit helikopter dan satu unit pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu operasi darat dan udara,” katanya di Palangka Raya, Minggu (2/8/2026).
Berdasarkan laporan harian dari kabupaten dan kota, penambahan luas lahan terbakar mencapai 14,27 hektare. Seluruh kejadian langsung ditangani untuk mencegah api meluas, terutama di kawasan lahan gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau.
“Selain pemadaman, tim gabungan juga terus memantau perkembangan titik panas. Data itu jadi dasar penentuan prioritas penanganan agar kebakaran bisa dikendalikan lebih cepat,” jelasnya.
Toyib menegaskan, keberhasilan penanggulangan karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah munculnya titik api baru.
“Kami mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar, dan segera melapor jika menemukan indikasi kebakaran di sekitar,” tandasnya. (Ark)

