Prof Bhayu Rhama Terpilih Pimpin UPR, Sebut Jabatan Ini sebagai Amanah
Palangka Raya – Prof Bhayu Rhama terpilih sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026-2030. Ia dijadwalkan dilantik di Jakarta pada Senin, 5 Oktober 2026, menggantikan Prof Salampak.
Bhayu terpilih setelah memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan rektor tahap kedua yang digelar Kamis, 1 Oktober 2026. Dalam pemilihan tersebut, ia meraih 37 suara.
Dua kandidat lainnya, yakni Dr Thea Farina SH M.Kn dan Dr Leswara Neneng S.Pd M.Si, masing-masing memperoleh 14 dan 12 suara.
Ketua Senat UPR Prof Dr Petrus Poerwadi mengatakan pemilihan berlangsung sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Sebanyak 41 anggota Senat UPR hadir dalam pemilihan tersebut.
Perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga hadir dalam proses pemilihan untuk mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Puji Tuhan, sore ini kita sudah melaksanakan pemilihan rektor tahap kedua bersama antara Senat dengan kementerian,” kata Petrus.
Menurut dia, perwakilan kementerian yang hadir adalah Direktur Bina Talenta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr Adi Nurianto.
Petrus menjelaskan pemilihan rektor menggunakan komposisi 65 persen suara Senat dan 35 persen bobot suara Menteri. Dengan 41 anggota Senat yang hadir, bobot suara Menteri dikonversi menjadi 22 suara.
“Karena yang hadir anggota Senat itu 41 orang, maka jumlah suara Menteri dihitung 35 per 65 dikali 41. Hasilnya 22. Sehingga diperoleh suara yang masuk itu 22 ditambah 41, jadi 63 suara,” ujarnya.
Dari total 63 suara tersebut, Bhayu memperoleh 37 suara. Hasil itu menetapkannya sebagai Rektor UPR periode 2026-2030.
Pelantikan Bhayu dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 5 Oktober 2026. Petrus mengatakan seluruh proses pemilihan berjalan kondusif.
“Dengan demikian, Prof Bayu terpilih sebagai Rektor UPR periode 2026–2030 dan akan dilantik nanti pada tanggal 5 Oktober di Jakarta. Suasananya tidak ada tegang, semua kondusif,” kata Petrus.
Bhayu menyambut hasil pemilihan tersebut dengan rasa syukur. Ia mengatakan perolehan 37 suara menjadi awal dari tanggung jawabnya untuk memimpin dan membangun UPR.
“Saya terpilih menjadi Rektor UPR periode 2026–2030. Untuk perolehan suara, tadi terpantau saya mendapatkan sebanyak 37 suara,” kata Bhayu.
Ia mengatakan proses pemilihan yang telah dilalui menjadi bagian awal dari perjalanan untuk membawa UPR ke arah yang lebih baik.
“Ditanya mengenai perasaan, kita sudah melaluinya sejak awal, tentu harus tegar. Ini merupakan perjalanan awal untuk membangun UPR lebih baik lagi,” ujarnya. (red)

