Peduli Kesehatan Hadapi Dampak Kemarau

Peduli Kesehatan Hadapi Dampak Kemarau
Faridawaty Darland Atjeh

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan selama musim kemarau.

“Perubahan kondisi cuaca berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, sehingga diperlukan langkah pencegahan agar masyarakat tetap sehat dan produktif,” kata Faridawaty, kemarin.

Ketua DPW Partai NasDem Kalteng itu menjelaskan, musim kemarau tidak hanya ditandai suhu udara meningkat dan curah hujan berkurang. Kondisi ini juga memengaruhi kualitas udara, ketersediaan air bersih, serta memicu gangguan kesehatan bila masyarakat abai menjaga tubuh dan lingkungan.

Menurutnya, kesehatan adalah investasi berharga. Di tengah kemarau, masyarakat perlu lebih peduli terhadap kondisi diri dan lingkungan sekitar.

“Jagalah pola hidup bersih dan sehat, cukupi cairan, konsumsi makanan bergizi, gunakan masker saat kualitas udara menurun, serta segera periksa ke fasilitas kesehatan bila ada gejala. Pencegahan lebih baik daripada pengobatan,” ujarnya.

Faridawaty menyebut musim kemarau dapat meningkatkan risiko ISPA, dehidrasi, diare, penyakit kulit, dan gangguan lain jika pencegahan tidak optimal. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi cara paling efektif menekan penyebaran penyakit.

Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan, dan memastikan air minum layak konsumsi dinilai sangat membantu menjaga kesehatan keluarga.

Ia juga mengingatkan dampak paparan matahari berlebih yang berpotensi menyebabkan dehidrasi dan kelelahan. Masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas luar ruangan pada jam terik, menggunakan topi atau payung, serta memenuhi kebutuhan cairan harian.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta perlu perhatian lebih karena lebih mudah terdampak perubahan cuaca. Karena itu keluarga diharapkan saling mengingatkan dan mendampingi agar perlindungan bagi kelompok rentan tetap terjaga.

Faridawaty menekankan pentingnya lingkungan bersih melalui pengelolaan sampah, sanitasi, dan perawatan lingkungan. Ia juga mendorong kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat dalam edukasi pencegahan penyakit secara berkelanjutan.

“Dengan menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan secara konsisten, masyarakat diharapkan mampu menghadapi musim kemarau dengan lebih baik. Mari membangun budaya hidup sehat agar masyarakat Kalimantan Tengah tetap sehat, kuat, dan siap menghadapi tantangan,” tutupnya. (Ark)

Tinggalkan Balasan