Infrastruktur dan Ekonomi Jadi Keluhan Utama
PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, mengungkapkan bahwa persoalan infrastruktur jalan dan stabilitas ekonomi masih menjadi keluhan mendominasi di tengah masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Junaidi usai dirinya melakukan reses kunjungan kerja ke Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya.
Menurutnya, kondisi jalan yang mantap, baik antar-kabupaten maupun antar-provinsi, merupakan “denyut nadi” kehidupan masyarakat hingga ke pelosok.
”Dengan jalan yang bagus, masyarakat bisa beraktivitas lancar, menjual hasil bumi, dan melakukan perjalanan dengan nyaman. Sebaliknya, jalan rusak dan berlubang jelas menghambat pekerjaan. Bahkan, warga mengeluh kendaraan mereka sering rusak akibat kondisi jalan yang tidak layak,” ujar Junaidi, kemarin.
Kondisi lain ditemukan saat Junaidi mengunjungi Desa Muara Bulan (Kecamatan Mendawai) dan Desa Telaga (Kecamatan Kamipang) di Kabupaten Katingan. Perekonomian di kedua desa tersebut dilaporkan sedang berada dalam fase yang sangat sulit.
Stagnasi ekonomi ini dipicu oleh penertiban aktivitas penambangan emas. Padahal, sektor ini merupakan tumpuan hidup bagi hampir separuh masyarakat desa. Terhentinya aktivitas tambang tanpa adanya alternatif mata pencaharian membuat perputaran uang di desa seakan mati suri.
Menyikapi kesulitan ekonomi tersebut, masyarakat mengajukan permintaan mendesak kepada pemerintah daerah, di antaranya. Subsidi Pendidikan, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten dapat mensubsidi biaya sekolah anak-anak mereka. Mengingat pendapatan yang menurun tajam, warga sangat mendambakan sekolah gratis atau setidaknya keringanan biaya agar anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan.
Peningkatan Layanan Puskesmas warga di pelosok meminta penambahan tenaga medis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Selain SDM, ketersediaan obat-obatan juga menjadi sorotan.
”Puskesmas adalah tumpuan satu-satunya bagi warga desa untuk mencari kesembuhan. Maka dari itu, tenaga medis harus ditambah dan stok obat-obatan wajib dilengkapi,” tegas Politisi Partai Demokrat tersebut.
Melalui hasil reses ini, Junaidi berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret, baik dalam perbaikan infrastruktur jalan maupun pemberian jaring pengaman sosial bagi desa-desa yang ekonominya terdampak penertiban sektor pertambangan. (*/Ark)

