Pesantren Ramadhan 1447 H Pelajar se-Kapuas Resmi Dibuka di Masjid Agung Al-Mukarram Amanah

Pesantren Ramadhan 1447 H Pelajar se-Kapuas Resmi Dibuka di Masjid Agung Al-Mukarram Amanah
Pembukaan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah tingkat pelajar SMP-SMA se-Kabupaten Kapuas di Masjid Agung Al-Mukarram Amanah, Kuala Kapuas, Senin (2/3/2026). Foto: M. Rifai.

KUALA KAPUAS – Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah tingkat pelajar SMP-SMA se-Kabupaten Kapuas resmi dibuka di Masjid Agung Al-Mukarram Amanah, Kuala Kapuas, Senin (2/3/2026). Kegiatan yang digagas Angkatan Muda Masjid Agung Al-Mukarram Amanah tersebut diikuti oleh ribuan pelajar dari berbagai sekolah.

Pembukaan kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kabupaten Kapuas, tokoh agama, serta pimpinan lembaga pendidikan. Kegiatan tersebut dibuka Asisten III, Pery Noah, mewakili Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno.

Dalam sambutannya, Bupati Kapuas menegaskan Ramadhan menjadi momentum strategis untuk memperkuat pembinaan mental dan spiritual generasi muda. Pesantren Ramadhan dinilai berperan penting dalam membentuk pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan karakter yang kuat.

Ia menyatakan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencetak generasi pelajar yang religius dan berdaya saing.

Bupati juga berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan disiplin agar nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap akan lahir generasi pelajar Kabupaten Kapuas yang religius, cerdas, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum/Harian Badan Pengelola Masjid Agung Al-Mukarram Amanah melalui Sekretaris Umum H. Samsul Bahri menyampaikan apresiasi atas partisipasi pelajar dan dukungan berbagai pihak.

Ia menegaskan kegiatan tersebut menjadi sarana memperdalam ilmu agama, menanamkan kedisiplinan, serta membentuk sikap dan perilaku sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Semoga kegiatan ini mampu membentuk generasi yang saleh dan salehah, berakhlakul karimah, serta istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam,” ujarnya. (Rif/fer)

Tinggalkan Balasan