Perlu Tambah Kuota, KUR Bank Kalteng Terserap 100 Persen
PALANGKA RAYA – Penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Kalteng yang mencapai 100 persen dinilai sebagai sinyal kuat tingginya kebutuhan modal usaha di masyarakat. DPRD Kalimantan Tengah pun menyatakan dukungan agar bank daerah itu mendapat tambahan kuota dari pemerintah pusat.
Data OJK Kalteng mencatat, total penyaluran KUR di Kalteng mencapai Rp2,38 triliun untuk 29.596 debitur melalui sembilan bank dan satu lembaga keuangan bukan bank (LKBB). Bank Kalteng berada di peringkat ketiga dengan penyaluran Rp174,35 miliar kepada 1.319 debitur.
Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, mengatakan capaian tersebut mencerminkan peran strategis Bank Kalteng dalam mendorong UMKM.
“Saat ini Bank Kalteng dalam proses pengajuan anggaran tambahan KUR yang masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Ini menunjukkan keseriusan Bank Kalteng dalam membantu masyarakat, khususnya UMKM,” ujar Purdiono, kemarin.
Menurutnya, sebagai bank milik daerah yang sahamnya dimiliki Pemprov dan 14 kabupaten/kota, Bank Kalteng harus mampu bersaing dengan bank komersial sekaligus memberi manfaat langsung bagi warga di seluruh wilayah.
“Harapan kita, di samping dimiliki oleh kabupaten/kota, Bank Kalteng juga memang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Purdiono juga mendorong agar program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Kalteng diselaraskan dengan visi-misi gubernur dan para bupati, sehingga selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
Komisi I sebagai mitra kerja Bank Kalteng, tambah Purdiono, akan terus memantau perkembangan bank melalui rapat kerja dan kunjungan lapangan.
Ia berharap sinergi antara Bank Kalteng, pemerintah daerah, dan DPRD semakin kuat agar akses pembiayaan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat terus meningkat. (Ark)

