Pangdam XXII/TB Gunakan Drone Termal Deteksi Bara Tersembunyi di Lokasi Karhutla

Pangdam XXII/TB Gunakan Drone Termal Deteksi Bara Tersembunyi di Lokasi Karhutla
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., meninjau penanganan karhutla di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 21, Palangka Raya, dengan memanfaatkan drone termal untuk mendeteksi titik panas dan sisa bara api.

Palangka Raya – Kobaran api mungkin sudah tak terlihat di kawasan Jalan Tjilik Riwut Kilometer 21, Palangka Raya. Namun, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya berakhir.

Sejumlah titik panas masih terdeteksi di area yang sebelumnya terbakar. Bara yang tersembunyi di balik permukaan lahan menjadi perhatian karena sewaktu-waktu dapat kembali memicu kebakaran.

Kondisi tersebut dipantau langsung Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, saat meninjau penanganan karhutla di kawasan tersebut.

Dalam peninjauan itu, Pangdam menggunakan drone yang dilengkapi kamera termal untuk melihat kondisi lahan dari udara. Teknologi tersebut memungkinkan titik dengan suhu tinggi terdeteksi meski tidak terlihat adanya api secara kasat mata.

Pantauan drone menjadi salah satu cara Satgas Karhutla memastikan tidak ada bara yang terlewat.

Terlebih, bara yang masih tersimpan di dalam atau di bawah permukaan lahan dapat kembali menyala apabila kondisi lingkungan mendukung.

“Pastikan seluruh sisa bara yang masih terdeteksi benar-benar dipadamkan dan lakukan pendinginan secara menyeluruh. Jangan sampai bara yang tersisa kembali memicu kebakaran,” tegas Zainul.

Menurutnya, setiap titik panas yang terpantau harus segera ditindaklanjuti oleh personel di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali membesar dan meluas ke area lain.

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam didampingi Asops Kasdam XXII/TB Kolonel Inf Danang Prasetyo Wibowo, M.I.Pol., Kazidam XXII/TB Kolonel Czi Daniel Panjaitan, Dandim 1016/Plk Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, serta Danyonif TP 830 Letkol Inf Jehan Divif Wotanto.

Penanganan karhutla pun tidak berhenti ketika api sudah padam. Pendinginan dan pemeriksaan kembali menjadi bagian penting untuk memastikan bara yang tersisa benar-benar mati.

Dengan bantuan teknologi drone termal, petugas dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi lahan dan menentukan bagian yang masih membutuhkan penanganan.

Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya kembali titik api sekaligus mengurangi risiko meluasnya karhutla di wilayah Palangka Raya. (red)

Tinggalkan Balasan