Karang Taruna Kalteng Bersama Gumas Hijaukan Desa Pematang Limau

Karang Taruna Kalteng Bersama Gumas Hijaukan Desa Pematang Limau
Penanaman pohon, di SDN Pematang Limau dan SMP Negeri Satu Atap 1 Sepang, di Desa Pematang Limau, Kecamatan Sepang, Senin, (2/1/2026).

KUALA KURUN – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Karang Taruna Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Melalui aksi nyata, ratusan bibit pohon ditanam di lingkungan SDN Pematang Limau dan SMPN Satu Atap 1 Sepang, Desa Pematang Limau, Kecamatan Sepang.

Ketua Karang Taruna Provinsi Kalteng, Chandra Ardinata, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan meminimalisasi potensi bencana alam.

“Penanaman pohon ini bertujuan menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan, sekaligus sebagai langkah pencegahan terhadap longsor, banjir, dan kerusakan lahan,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Sebanyak 200 bibit pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, terdiri dari jenis tanjung, mahoni, matoa, asam jawa, dan tambesi. Chandra menegaskan, kegiatan serupa akan berlanjut di wilayah lain, termasuk di Kota Kuala Kurun.

“Ini merupakan kegiatan tanam pohon perdana di Kabupaten Gunung Mas. Ke depan, program ini akan kami laksanakan secara berkelanjutan di kabupaten lain se-Kalteng,” jelasnya.

Selain penanaman pohon, Karang Taruna Kabupaten Gumas juga melaksanakan sejumlah kegiatan sosial, seperti pembagian alat tulis sekolah, lomba menggambar, hingga penyaluran paket sembako yang diantarkan langsung ke rumah warga.

“Kami ingin kehadiran Karang Taruna benar-benar dirasakan masyarakat desa melalui kegiatan yang bermanfaat langsung,” tambah Chandra.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Gumas, Isnaini, menegaskan bahwa aksi tanam pohon tersebut bukan sekadar kegiatan simbolis.

“Menanam pohon adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk memulihkan fungsi lingkungan, mengurangi polusi udara, serta menjaga ketersediaan air bersih,” katanya.

Menurut Isnaini, tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan menuntut keterlibatan semua pihak. Oleh karena itu, penanaman bibit pohon menjadi investasi jangka panjang demi masa depan generasi mendatang.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bersinergi. Kolaborasi lintas sektor sangat penting agar gerakan ini berhasil. Menanam pohon berarti menanam kebaikan,” tuturnya.

Ia berharap pohon-pohon yang ditanam tidak hanya tumbuh, tetapi juga dirawat bersama agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah dan menjadi warisan hijau yang bernilai bagi bumi dan masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan