Dishub Kalteng Prediksi Lonjakan Pemudik, Maskapai Siapkan Penerbangan Tambahan

Dishub Kalteng Prediksi Lonjakan Pemudik, Maskapai Siapkan Penerbangan Tambahan
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy. Foto: Ist.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memprediksi mobilitas masyarakat selama periode mudik tahun 2026 mencapai sekitar 300 ribu orang. Peningkatan ini seiring membaiknya aktivitas perjalanan serta tingginya kebutuhan mobilitas antarwilayah.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, mengatakan tren pergerakan masyarakat di daerah tersebut berbeda dengan prediksi nasional yang justru memperkirakan adanya penurunan jumlah pemudik.

“Kalau prediksi secara nasional memang ada penurunan, tetapi untuk wilayah Kalimantan Tengah melihat tren tahun-tahun sebelumnya dan pergerakan sekarang, ada peningkatan kurang lebih 30 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya di Palangka Raya, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, transportasi udara masih menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya untuk perjalanan jarak jauh menuju kota-kota besar di luar Pulau Kalimantan.

Terkait harga tiket pesawat, Yulindra menjelaskan pengaturan tarif berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui kebijakan batas atas dan batas bawah. Ia menilai stimulus dari Kementerian Perhubungan dapat membantu menjaga stabilitas harga tiket agar tidak mengalami lonjakan signifikan selama periode mudik.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai juga telah menyiapkan penerbangan tambahan. Batik Air dijadwalkan menambah penerbangan rute Palangka Raya–Jakarta mulai 13 hingga 29 Maret 2026.

Selain itu, Wings Air membuka layanan rute baru dari Palangka Raya menuju Sampit, Pangkalan Bun, Ketapang, Muara Teweh, hingga Banjarmasin guna memperkuat konektivitas antarwilayah.

Meski demikian, Yulindra mengakui keberlanjutan rute-rute baru tersebut masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketidakseimbangan jumlah penumpang yang datang dan berangkat dari Palangka Raya.

“Harapan kita rute-rute ini bisa bertahan lama. Karena selama ini tantangannya adalah pergerakan penumpang yang datang dan keluar belum seimbang, sehingga kadang tidak menutup biaya operasional maskapai,” katanya.

Ia menambahkan penguatan sektor pariwisata, UMKM, dan aktivitas ekonomi daerah perlu terus didorong agar jumlah kunjungan ke Kalimantan Tengah meningkat. Dengan begitu, konektivitas transportasi udara maupun darat dapat berkembang secara berkelanjutan. (da/fer)

Tinggalkan Balasan