Banjir Meluas di Tanah Laut, BPBD Catat Ribuan Rumah Warga Terendam
PELAIHARI – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, dalam sepekan terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut diperparah oleh pasang air laut yang menyebabkan banjir rob, sehingga genangan meluas hingga ke permukiman warga dan akses jalan antar desa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut mencatat, sedikitnya ribuan rumah warga terdampak banjir yang tersebar di enam kecamatan. Kecamatan Bati-Bati menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak paling banyak, yakni mencapai 1.541 unit.
Di Kecamatan Bati-Bati, Desa Benua Raya tercatat sebagai lokasi terparah dengan 819 rumah terendam. Disusul Desa Bati-Bati sebanyak 341 rumah, Desa Pandahan 241 rumah, Desa Banyu Irang 90 rumah, Desa Sambangan 21 rumah, Desa Ujung 17 rumah, serta Desa Nusa Indah 12 rumah.
Sementara itu, Kecamatan Kurau menempati posisi kedua dengan total 905 rumah terdampak. Desa Kurau menjadi titik terparah dengan 498 rumah terendam, diikuti Desa Handil Negara sebanyak 237 rumah, Desa Kali Besar 142 rumah, Desa Padang Luas 18 rumah, dan Desa Tambak Sarinah 10 rumah.
BPBD Tala juga melaporkan dampak banjir di Kecamatan Bumi Makmur dengan total 350 rumah terdampak yang tersebar di beberapa desa, di antaranya Desa Bumi Harapan, Handil Babirik, hingga wilayah Kurau Utara.
Adapun di Kecamatan Tambang Ulang, banjir merendam 32 rumah di Desa Gunung Raja dan 6 rumah di Desa Kayu Abang. Di Kecamatan Pelaihari, genangan air tercatat mengganggu 32 rumah warga di Desa Pemuda. Sementara Kecamatan Bajuin melaporkan 30 rumah terdampak di Desa Kunyit.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa air mulai memasuki rumah mereka sejak sekitar satu pekan lalu dan hingga kini belum sepenuhnya surut. BPBD Tanah Laut terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk penanganan darurat bagi warga terdampak. (red/foto: ist)

