Bulog Kapuas Pastikan Stok Pangan Strategis Aman Jelang Nataru
KUALA KAPUAS – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Perum Bulog Kantor Cabang Kapuas memastikan stok pangan strategis dalam kondisi aman. Kepala Bulog Cabang Kapuas, Akhmad Ronni Anwar, turun langsung meninjau ketersediaan beras dan sejumlah komoditi lain di Komplek Pergudangan Selat Hilir, Jumat (28/11/2025).
Ronni menjelaskan bahwa stok beras yang dikelola Bulog Kapuas saat ini terdiri dari dua jenis, yakni beras premium dan beras medium yang menjadi cadangan pemerintah. Total persediaan keduanya mencapai kurang lebih 4.240 ton, dengan rincian 4.000 ton beras medium dan 240 ton beras premium.
“Kalau rata-rata penyaluran kita di angka 800 ton per bulan, maka stok yang ada sekarang cukup hingga lima bulan ke depan,” ujarnya.
Selain beras, Bulog Kapuas juga menyimpan komoditi lain yang dipastikan aman menjelang akhir tahun. Stok minyak goreng tersedia sebanyak 82.000 liter dengan harga Rp19.000 per liter, gula pasir 24 ton dengan harga Rp18.000 per kilogram, serta cadangan jagung pemerintah mencapai 45 ton.
Pada kesempatan itu, Ronni juga memaparkan sejumlah program penyaluran yang sedang berjalan. Untuk beras SPHP yang ditujukan kepada masyarakat umum, Bulog menerapkan harga tebus Rp13.100 per kilogram. SPHP sendiri merupakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan untuk menjaga keterjangkauan harga beras di pasaran.
Adapun harga jual beras SPHP di outlet Bulog berada pada kisaran Rp58.000 per kantong lima kilogram, setara Rp11.800 per kilogram.
Sementara itu, untuk program bantuan pangan pemerintah pusat, setiap penerima mendapat 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng secara gratis. Bulog Kapuas juga menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dalam melaksanakan program pasar murah. Paket berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir dijual dengan harga tebus sekitar Rp120 ribu, dan selama November hingga Desember total 75.389 paket didistribusikan ke seluruh wilayah Kapuas.
Terkait alokasi tambahan, Ronni menegaskan bahwa dengan stok yang mencukupi hingga lima bulan, saat ini belum diperlukan pasokan dari luar daerah. Penyerapan tambahan kemungkinan akan berasal dari hasil panen lokal. Selama tahun 2025, Bulog Kapuas telah menyerap kurang lebih 2.500 ton beras dari wilayah Kapuas serta 2.500 ton dari Kabupaten Pulang Pisau.
Di akhir peninjauan, Ronni menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan pangan menjelang akhir tahun.
“Dengan bantuan pangan gratis, pasar murah, dan SPHP ini, kami berharap kebutuhan masyarakat bisa terus terpenuhi dengan harga terjangkau. Stok beras, gula pasir, dan minyak goreng sangat-sangat cukup hingga awal 2026,” tegasnya. (Rif/fer)

