Di Tengah Arus dan Lumpur, Tim Gabungan Berjuang Evakuasi Korban Helikopter MI-17

Di Tengah Arus dan Lumpur, Tim Gabungan Berjuang Evakuasi Korban Helikopter MI-17
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan pimpin proses evakuasi korban helikopter MI-17V5 TNI AD nomor registrasi HA-5235 di perairan Desa Pematang Limau/Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Jumat (6/11/2026). (ist)

Kuala Pembuang – Arus laut yang kuat, air keruh bercampur lumpur, hingga sisa tumpahan minyak tak menyurutkan upaya tim gabungan mengevakuasi korban kecelakaan helikopter MI-17V5 TNI Angkatan Darat bernomor registrasi HA-5235 di perairan Desa Pematang Limau/Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Jumat, 6 November 2026.

Di tengah medan yang sulit, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turun langsung memimpin proses evakuasi. Baginya, upaya pencarian dan penyelamatan para awak helikopter menjadi pekerjaan yang membutuhkan koordinasi, ketelitian, dan kerja sama seluruh unsur di lapangan.

Proses evakuasi melibatkan personel TNI, Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Sejumlah pejabat turut hadir di lokasi, antara lain Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko, dan Brigjen TNI Asep sebagai perwakilan BNPB.

Salah satu tantangan terbesar adalah posisi badan helikopter yang berada di dasar perairan. Tim gabungan terlebih dahulu berupaya membalikkan badan pesawat menggunakan bantuan tugboat yang menarik bangkai helikopter.

Setelah posisi badan helikopter berhasil dibalikkan, tim penyelam bergerak masuk untuk mengevakuasi korban dari dalam kabin.

Pekerjaan tersebut bukan perkara mudah. Visibilitas di bawah air sangat terbatas akibat kondisi perairan yang keruh dan berlumpur. Arus yang cukup kuat serta keberadaan tumpahan minyak di sekitar lokasi juga menambah risiko bagi personel penyelamat.

Namun, berbagai kendala itu dihadapi bersama. Personel dari berbagai instansi bekerja saling mendukung agar proses penyelamatan dapat berlangsung dengan aman.

Setelah berhasil dievakuasi, para korban dibawa menggunakan jalur laut menuju Pelabuhan Segintung. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Kuala Pembuang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana kerja kemanusiaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Di tengah kondisi alam yang tidak bersahabat, personel gabungan dan masyarakat setempat berupaya menjalankan satu misi bersama: mengevakuasi para awak helikopter dari lokasi kecelakaan.

Kehadiran langsung Pangdam XXII/Tambun Bungai bersama unsur pimpinan daerah di lokasi menjadi bagian dari koordinasi penanganan kecelakaan tersebut. (red)

Tinggalkan Balasan