IPM Palangka Raya 2025 Tembus 82,98, Lampaui Nasional

IPM Palangka Raya 2025 Tembus 82,98, Lampaui Nasional
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palangka Raya pada 2025, lampaui nasional. Foto Ist

PALANGKA RAYA— Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palangka Raya pada 2025 mencapai 82,98. Angka ini jauh di atas capaian nasional 75,90 dan Provinsi Kalimantan Tengah 74,86.

Selisih 7,08 poin dengan nasional dan 8,12 poin dengan provinsi menunjukkan posisi Palangka Raya yang relatif kuat dalam pembangunan kualitas manusia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, mengatakan, capaian IPM Palangka Raya terus menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir. Dari 81,22 pada 2021 menjadi 82,98 pada 2025.

“Di Kota Palangka Raya, perkembangan IPM menunjukkan tren yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir,” katanya, Jumat (4/9/2026) di Palangka Raya.

Pada 2025, IPM Palangka Raya juga naik 0,45 poin dibanding 2024 yang berada di angka 82,53. Capaian 82,98 ini sekaligus menjadi angka tertinggi sepanjang periode 2021–2025.

Amos menyebut peningkatan tersebut menggambarkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat, baik dari sisi akses dan capaian pendidikan, kesehatan, maupun kemampuan masyarakat dalam mencapai standar hidup yang lebih layak.

Dari perspektif ekonomi, tingginya IPM menjadi modal penting bagi daerah dalam membangun sumber daya manusia yang lebih produktif dan berdaya saing. Masyarakat dengan akses pendidikan dan kesehatan yang lebih baik memiliki peluang lebih besar meningkatkan kapasitas serta berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi.

Namun Amos mengingatkan, capaian tinggi tersebut bukan berarti pembangunan manusia di Palangka Raya sudah selesai. Sejumlah kota lain masih mencatatkan IPM lebih tinggi, seperti Yogyakarta 89,53, Jakarta Selatan 88,51, Kendari 86,36, Semarang 85,80, dan Makassar 85,66.

“IPM yang tinggi bukan berarti pembangunan manusia di Palangka Raya sudah tanpa persoalan,” imbuhnya.

Lebih dari itu tambah Amos, pihaknya mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya untuk terus menjaga momentum peningkatan di tiga komponen utama IPM, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak, agar kesenjangan dengan kota-kota besar lainnya dapat terus dipangkas. (Ark)

Tinggalkan Balasan