Sampah di TPS Meluber, Warga Keluhkan Bau dan Potensi Penyakit
PALANGKA RAYA –Tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) sepanjang Jalan Bukit Keminting, Kota Palangka Raya kembali dikeluhkan warga, Jumat (14/8/2026).
Material sampah meluber hingga ke bahu jalan utama dan menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu aktivitas warga.
Pantauan di lokasi menunjukkan gunungan sampah berbagai jenis berserakan di luar kontainer. Kondisi itu tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penyakit dan membahayakan pengguna jalan.
Petugas kebersihan setempat mengaku sudah berulang kali melakukan pembersihan. Namun, selang beberapa jam, tumpukan sampah kembali muncul.
“Kesadaran warga untuk membuang sampah sesuai jadwal dan memilah jenis sampah masih sangat rendah. Jadi dibersihkan pagi, sore sudah penuh lagi,” ujar salah satu petugas kebersihan yang enggan disebut namanya.
Minimnya tempat pembuangan tertutup dan tidak adanya pengawasan di titik TPS juga menjadi faktor penyebab penumpukan terus berulang.
Salah seorang warga setempat, Dedi, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi TPS yang semakin memprihatinkan.
“Saya sangat menyayangkan minimnya kesadaran sebagian warga yang membuang sampah seenaknya. Selain merusak pemandangan, baunya sangat menyengat dan mengganggu warga yang melintas maupun yang tinggal di sekitar Jalan Bukit Keminting ini,” ujarnya.
Menurut Dedi, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat sekitar.
Dedi mendesak pemerintah daerah dan pengurus lingkungan untuk segera mengambil langkah tegas. Ia menilai perlu ada sosialisasi berkesinambungan, penegakan aturan terkait jam pembuangan sampah, hingga penyediaan fasilitas penampungan yang memadai.
“Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan. Ini tanggung jawab kita bersama. Harus ada rasa peduli agar Palangka Raya tetap bersih dan sehat,” tegasnya.
Ia juga berharap pihak terkait segera mengangkut tumpukan sampah tersebut dan memberikan sanksi atau pengawasan lebih ketat bagi warga yang melanggar aturan pembuangan.
Dedi berharap persoalan di TPS Bukit Keminting segera ditangani agar kawasan tersebut kembali bersih, rapi, dan bebas dari ancaman bau sampah.
“Dengan penanganan cepat dan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan TPS tidak lagi menjadi sumber keluhan dan potensi gangguan kesehatan,” tandasnya. (Ark)

