DPRD Minta Perbaikan Jalan Tanjung Riu-Pilang Munduk Diprioritaskan

DPRD Minta Perbaikan Jalan Tanjung Riu-Pilang Munduk Diprioritaskan
TINJAU : Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gumas Herbert Y Asin bersama Sekretaris Komisi II Selsius Aprianus, meninjau kondisi jembatan di ruas jalan kabupaten dari Kuala Kurun-Sepang Simin, pekan lalu.

KUALA KURUN – Kalangan DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) meminta kepada instansi terkait, agar memperhatikan infrastruktur jalan. Salah satunya ruas jalan Tanjung Riu-Pilang Munduk, yang menjadi titik paling mendesak untuk diperbaiki karena masih dipenuhi lubang yang berpotensi memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Ruas jalan itu harus menjadi prioritas pemeliharaan pada tahun anggaran berikutnya. Banyaknya lubang sangat membahayakan masyarakat pengguna jalan terutama saat hujan, dimana genangan air menutupi jalan yang berlubang itu,” ucap Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gumas Herbert Y Asin, Senin (10/8/2026).

Selain itu, ujar dia, instansi terkait juga diminta agar memperhatikan ruas jalan dari persimpangan jalan provinsi Kurun-Palangka Raya menuju ke Kelurahan Sepang Simin sepanjang kurang lebih dua kilometer, yang hingga kini masih mengalami kerusakan cukup parah dengan banyak lubang.

“Masih terdapat sejumlah titik ruas jalan yang harus menjadi prioritas penanganan, agar nantinya tidak membahayakan keselamatan para pengguna jalan,” terangnya.

Dia menyampaikan, secara umum kondisi ruas jalan kabupaten dari Kota Kuala Kurun menuju ke Sepang Simin mengalami peningkatan signifikan. Namun demikian, masih terdapat sejumlah titik yang harus menjadi prioritas penanganan, sehingga tidak akan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kami melihat kondisi ruas jalan dari Kota Kuala Kurun menuju ke Kelurahan Sepang Simin, sudah 60-70 persen dalam kondisi baik,” kata Politisi Partai Golkar ini.

Dia mengatakan, titik-titik amblas yang sebelumnya menjadi kendala ketika musim penghujan kini sudah banyak ditangani, melalui program pemeliharaan menggunakan alat berat milik pemerintah daerah di awal tahun anggaran.

“Sejumlah ruas jalan yang belum beraspal juga telah dilakukan perataan atau grading, sehingga tetap bisa dilalui kendaraan meski diguyur hujan,” ujarnya.

Untuk Kota Kuala Kurun, dia menyoroti kondisi jalan Jenderal Sudirman yang masih banyak berlubang di sejumlah titik. Metode penanganan jalan berlubang perlu dievaluasi. Jangan lagi gunakan cor semen untuk menambal jalan berlubang, karena dinilai tidak memiliki daya tahan memadai.

“Tambal yang menggunakan semen biasanya hanya bertahan sekitar enam bulan. Ini tidak efisien dan berpotensi jadi pemborosan anggaran. Sebaiknya gunakan campuran aspal panas dengan batu split berukuran kecil, agar menyatu dengan badan jalan dan lebih awet,” jelasnya.

Dia mengusulkan kepada pemerintah daerah agar menganggarkan pengadaan stoom roller berukuran kecil yang mudah dipindahkan menggunakan truk. Dengan alat itu, perbaikan jalan berlubang dapat dilakukan secara swakelola dengan lebih cepat, efektif dan bisa menjangkau berbagai lokasi yang membutuhkan penanganan segera.

“Jika pemerintah memiliki stoom kecil yang mobile, maka proses penambalan titik jalan berlubang bisa dilakukan lebih cepat. Aspal panas dan batu split langsung dihampar, kemudian dipadatkan di lokasi. Ini jauh lebih efisien, hasilnya juga lebih kuat, serta manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tukasnya. (red/fr)

Tinggalkan Balasan