Senat UPR Tetapkan Tiga Kandidat Rektor, Thea Farina Unggul di Putaran Pertama dengan 16 Suara

Senat UPR Tetapkan Tiga Kandidat Rektor, Thea Farina Unggul di Putaran Pertama dengan 16 Suara
Senat Universitas Palangka Raya (UPR) rampungkan pemungutan suara tahap pertama pemilihan Rektor UPR. Foto Ist

PALANGKA RAYA – Perebutan kursi Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) memasuki babak baru. Pemungutan suara tahap pertama di tingkat Senat UPR rampung digelar, Kamis (9/7/2026).

Hasilnya, Dr. Thea Farina unggul dengan raihan 16 suara dan berhak melaju ke tahap akhir bersama Prof. Bhayu Rhama serta Prof. Liswara Neneng yang sama-sama mengantongi 11 suara.

Sementara itu, Dr. Natalina Asi hanya memperoleh empat suara sehingga dipastikan tidak lolos ke tahapan berikutnya. Pemungutan suara berlangsung di Aula Rahan, Gedung Rektorat UPR.

Proses pemilihan berjalan lancar tanpa adanya perdebatan maupun gesekan di antara anggota senat. Seluruh tahapan berlangsung tertib hingga penghitungan suara selesai.

Ketua Senat UPR Prof. Dr. Petrus Poerwadi, M.S., mengatakan, tiga nama yang lolos akan segera diusulkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) untuk mengikuti proses pemilihan tahap akhir.

“Benar, hanya tiga calon yang akan mengikuti pemilihan tahap selanjutnya. Jadwal pelaksanaannya masih menunggu penetapan dari Kemendikti Saintek,” ujarnya usai pemungutan suara.

Menurut Petrus, hasil pemilihan di tingkat senat akan segera dikirimkan bersama seluruh dokumen administrasi kepada Kemendikti Saintek. Setelah itu, kementerian akan menjadwalkan tahapan lanjutan, termasuk penyampaian dokumen dan proses pemilihan akhir yang tetap dilaksanakan di Palangka Raya.

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian pemilihan ditargetkan rampung sebelum masa jabatan Rektor UPR saat ini berakhir pada 7 September 2026.

Pada tahap akhir nanti, tiga kandidat akan memperebutkan total 65 suara. Sebanyak 42 suara berasal dari anggota Senat UPR, sedangkan 23 suara atau sekitar 35 persen merupakan hak Kemendikti Saintek. Komposisi tersebut membuat suara kementerian menjadi faktor penentu dalam pemilihan rektor Universitas Palangka Raya.

“Setelah surat dan seluruh dokumen dikirim ke kementerian, tahapan berikutnya menunggu penjadwalan dari Kemendikti Saintek. Waktunya belum dapat dipastikan,” jelasnya.

Petrus menambahkan, seluruh proses pemilihan sejauh ini berlangsung kondusif. Penyampaian visi dan misi para calon sebelum pemungutan suara menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran kepada anggota senat sebelum menentukan pilihan.

Ia berharap integritas seluruh pihak tetap terjaga hingga tahapan akhir sehingga proses pemilihan rektor berlangsung transparan, objektif, dan tidak menimbulkan persoalan yang dapat mencoreng nama baik Universitas Palangka Raya. (Ark)

 

Tinggalkan Balasan