Menteri Nusron Ajak Perkuat Pertahanan, Tegaskan Rasa Aman Fondasi Negara Maju
Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan bahwa kemampuan negara dalam menjamin rasa aman bagi rakyat menjadi salah satu indikator utama kebesaran sebuah bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan tausiah pada acara buka puasa bersama jajaran TNI Angkatan Laut di Wisma Elang Laut, Jakarta, Selasa (24/02/2026).
Dalam kesempatan itu, Nusron menyampaikan bahwa ada tiga ciri utama negara besar, yakni menjamin kebebasan beribadah, memastikan masyarakat terbebas dari kelaparan, serta menghadirkan rasa aman dari berbagai ancaman.
“Jika ingin masyarakat terbebas dari rasa takut, maka negara harus memiliki aparat yang kuat dan sistem pertahanan yang mumpuni. Itu membutuhkan dukungan alutsista yang modern dan terawat,” ujarnya di hadapan jajaran perwira TNI AL.
Menurutnya, penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) bukan semata soal pembelian, melainkan juga tentang perawatan berkelanjutan, dukungan anggaran, dan sistem yang terintegrasi, termasuk dalam aspek ketahanan energi. Ia pun mendorong agar penguatan pertahanan tidak dipandang sebagai beban anggaran, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi stabilitas negara.
Nusron menambahkan, keamanan yang terjaga akan berdampak langsung pada stabilitas pembangunan nasional, termasuk di sektor pertanahan dan tata ruang yang menjadi fondasi pembangunan.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri ATR/BPN dalam kegiatan tersebut. Ia menilai momentum Ramadan menjadi sarana mempererat sinergi antara TNI AL dan Kementerian ATR/BPN.
“Kami berharap kebersamaan ini semakin memperkuat kerja sama, khususnya dalam pengelolaan dan sertifikasi aset lahan milik TNI AL, sehingga mendukung pelaksanaan tugas pertahanan negara,” ungkapnya.
Acara buka puasa bersama itu juga dihadiri para pejabat utama TNI AL, termasuk Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma. Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada santri dari Pondok Pesantren Tarbiyatusshibyan Bogor, dilanjutkan tausiah, buka puasa bersama, serta salat magrib berjemaah.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan komitmen sinergi antar lembaga dalam mendukung ketahanan nasional dari berbagai aspek. (red/foto:ist)

