Gedung Umat di Eks Kedubes Inggris, Nusron Wahid Nilai Langkah Presiden Prabowo Perkuat Konsolidasi Lembaga Islam
Jakarta – Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menilai rencana pembangunan Gedung Umat di lahan eks Kedutaan Besar Inggris sebagai langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat konsolidasi lembaga-lembaga Islam di Indonesia.
Nusron menjelaskan, keberadaan gedung terpadu akan menciptakan sinergi antarlembaga keumatan sekaligus memperkuat peran umat Islam dalam pembangunan nasional. Hal itu disampaikannya saat acara Dzikir Bersama dan Pengukuhan Pengurus MUI Pusat Periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal.
Ia menyebut, lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi yang berada di kawasan Bundaran HI memiliki nilai strategis karena berada di pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan. Gedung Umat direncanakan memiliki sekitar 40 lantai dan akan ditempati berbagai lembaga, mulai dari MUI, BAZNAS, BWI, BPKH hingga organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.
Menurut Nusron, dengan berkurangnya beban operasional kantor, lembaga-lembaga tersebut dapat lebih fokus menjalankan program sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan umat.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Gedung Umat adalah bentuk komitmen negara dalam memberikan ruang yang layak bagi lembaga Islam. Ia berharap gedung tersebut menjadi simbol kekuatan umat yang terkelola dengan baik.
Selain agenda keorganisasian, acara ini juga menjadi momentum kepedulian sosial MUI dengan penyaluran bantuan rehabilitasi masjid dan rumah guru mengaji di sejumlah daerah terdampak bencana, serta dihadiri tokoh nasional, menteri kabinet, dan ribuan jemaah dari Jabodetabek. (red/foto:ist)

