Diguyur Hujan, Palangka Raya Dapat Angin Segar di Tengah Kepungan Asap Karhutla

Diguyur Hujan, Palangka Raya Dapat Angin Segar di Tengah Kepungan Asap Karhutla
Kota Palangka Raya akhirnya diguyur hujan,membawa sedikit kelegaan di tengah penanganan karhutla. Foto Ist

PALANGKA RAYA – Setelah diselimuti kabut asap, Kota Palangka Raya akhirnya diguyur hujan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang turun sejak Kamis (15/10/2026) sore hingga Jumat (16/10/2026) dini hari, membawa sedikit kelegaan di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut membenarkan fenomena tersebut. Prakirawan BMKG, Nadya, menyebut hujan dipicu oleh dua faktor, yakni pertumbuhan awan konvektif dan intervensi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Pantauan kami, hujan terjadi di Kecamatan Jekan Raya dan Kecamatan Bukit Batu dengan intensitas ringan sampai sedang,” ujar Nadya, Jumat (16/10/2026).

Nadya menjelaskan, ada perbedaan mekanisme hujan yang terjadi. Hujan pada Kamis malam merupakan kombinasi alami dan campur tangan manusia.

“Untuk Kamis malam, hujan terjadi karena pertumbuhan awan konvektif ditambah intervensi dari kegiatan OMC yang memang untuk penanganan karhutla,” jelasnya.

Sementara hujan yang turun pada Jumat dini hari murni terjadi secara alami. Prosesnya berasal dari naiknya massa udara hangat dan lembap ke atmosfer yang kemudian membentuk awan hujan.

Turunnya hujan ini menjadi kabar baik di tengah upaya pembersihan udara akibat polusi asap karhutla yang masih menyelimuti Palangka Raya. Teknologi modifikasi cuaca melalui OMC memang menjadi salah satu langkah taktis yang diandalkan pemerintah untuk memancing hujan.

Meski begitu, BMKG tetap meminta masyarakat waspada. Warga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan, guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. (Ark)

Tinggalkan Balasan