Akibat Kabut Asap, Disdik Palangka Raya Perpanjang PJJ Sudah 6 Kali

Akibat Kabut Asap, Disdik Palangka Raya Perpanjang PJJ Sudah 6 Kali
Seorang anak saat melaksanakan pembelajaran secara daring. Foto Istimewa

PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya kembali memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada 28–30 September 2026 akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti wilayah tersebut.

Perpanjangan kali ini menjadi yang keenam kalinya selama September 2026, sebagai langkah untuk melindungi kesehatan peserta didik.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan pemantauan kualitas udara dan tingkat ketebalan kabut asap yang masih belum membaik.

“Penetapan dan perpanjangan PJJ dilakukan setiap tiga hari dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan ketebalan kabut asap,” ujarnya, Selasa (29/9/2026).

Sebelumnya, kebijakan PJJ telah diterapkan dan diperpanjang secara bertahap, yakni periode 14–16 September, 17–19 September, 21–23 September, dan 24–26 September 2026.

“Keputusan perpanjangan juga selalu disampaikan sebelum masa PJJ sebelumnya berakhir agar sekolah dan orang tua dapat mempersiapkan kegiatan pembelajaran dari rumah,” kata Jayani.

Ia menegaskan, kebijakan PJJ berlaku untuk seluruh satuan pendidikan tingkat PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta di wilayah Kota Palangka Raya.

Pola evaluasi setiap tiga hari, menurut Jayani, memungkinkan pemerintah menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan dinamika kualitas udara di lapangan.

Informasi perpanjangan PJJ disampaikan Disdik kepada masing-masing sekolah, untuk kemudian diteruskan kepada orang tua dan wali murid melalui saluran komunikasi resmi sekolah.

Selain itu, orang tua diimbau untuk tetap mendampingi anak selama belajar dari rumah, membantu mengatur waktu belajar, memastikan tugas dan materi diikuti, serta membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.

Satuan pendidikan juga diminta menjaga kualitas pembelajaran selama PJJ dengan memberikan materi dan tugas secara proporsional, memperhatikan kondisi peserta didik, dan menjaga komunikasi aktif dengan orang tua.

“Harapannya kondisi udara segera membaik sehingga peserta didik dapat kembali mengikuti pembelajaran secara normal. Yang paling penting kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama,” tutup Jayani. (Ark)

Tinggalkan Balasan