Kemarau Panjang Picu Lonjakan Harga Sayur dan Daging di Palangka Raya

Kemarau Panjang Picu Lonjakan Harga Sayur dan Daging di Palangka Raya
Aktivitas pedagang di Kompleks Pasar Besar Palangka Raya. Foto Ist

PALANGKA RAYA– Fenomena musim kemarau panjang di Kota Palangka Raya mulai berdampak nyata pada sektor perekonomian. Harga sejumlah komoditas bahan pokok di Kompleks Pasar Besar Palangka Raya terpantau mengalami lonjakan signifikan pada Rabu (5/8/2026), akibat menipisnya pasokan dari daerah penghasil.

Berdasarkan pantauan, komoditas sayur-mayur mengalami kenaikan paling tajam. Harga cabai rawit tembus Rp90.000 per kilogram, naik dari harga normal Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Meski naik, harga tersebut belum melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang pernah mencapai Rp100.000 hingga Rp150.000 per kilogram.

Kenaikan paling drastis terjadi pada timun dan terong. Harga timun yang biasanya Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp17.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Harga bawang merah juga terpantau merangkak naik. Sementara itu, harga tomat masih relatif stabil.

Lonjakan harga juga merembet ke sektor peternakan. Harga ayam di Pasar Besar naik ke kisaran Rp50.000 hingga Rp65.000 per ekor, tergantung ukuran dan jenis. Harga bebek turut naik menjadi Rp85.000 hingga Rp110.000 per ekor, tergantung beratnya.

Pedagang Pasar Besar, Saifullah, mengatakan menipisnya pasokan menjadi penyebab utama kenaikan harga. “Pasokan dari daerah penghasil berkurang karena dampak kemarau panjang,” ujarnya.

Di tengah situasi sulit ini, para pedagang memilih tetap berjualan dengan menetapkan margin keuntungan yang wajar. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga loyalitas pelanggan dan tidak memberatkan daya beli masyarakat.

Minat beli konsumen sejauh ini masih cukup stabil. Tidak ada penurunan volume pembelian yang drastis karena sayuran segar dan daging merupakan kebutuhan pokok harian yang tetap harus dipenuhi.

Para pedagang berharap Pemerintah Kota Palangka Raya segera mengambil langkah nyata. Mereka meminta adanya intervensi cepat berupa penambahan ketersediaan pasokan di pasar guna menekan harga dan mengembalikan stabilitas.

Dengan kondisi saat ini, stabilitas harga bahan pokok menjadi perhatian utama agar tidak semakin memberatkan masyarakat di tengah berlangsungnya musim kemarau. (Ark)

Tinggalkan Balasan