Nusron Libatkan 28 Kampus untuk Tuntaskan 14 Ribu Sertifikat Tanah Wakaf di Sulsel

Nusron Libatkan 28 Kampus untuk Tuntaskan 14 Ribu Sertifikat Tanah Wakaf di Sulsel
Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid.

Makassar – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menggandeng 28 perguruan tinggi di Sulawesi Selatan untuk mempercepat sertifikasi tanah wakaf. Melalui kolaborasi tersebut, sekitar 14 ribu bidang tanah wakaf yang belum bersertifikat ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Auditorium Universitas Islam Makassar (UIM), Kamis (9/7/2026).

“Dengan kerja sama MoU ini, semoga kekurangan sekitar 14 ribu bidang tanah wakaf di Sulawesi Selatan tahun depan bisa dikeroyok 28 kampus. Mudah-mudahan selesai dalam waktu satu tahun. Saya mohon bantuan Bapak-Bapak Rektor agar KKN Tematik ini betul-betul memiliki KPI yang jelas dan berdampak kepada masyarakat,” kata Nusron dalam keterangannya.

Nusron mengungkapkan, capaian sertifikasi tanah wakaf di Sulawesi Selatan masih tertinggal dibandingkan rata-rata nasional. Dari sekitar 18 ribu bidang tanah wakaf yang tercatat dalam Sistem Informasi Wakaf (SIWAK) Kementerian Agama, baru 4.516 bidang atau sekitar 24,87 persen yang telah bersertifikat. Sementara secara nasional, angka sertifikasi tanah wakaf telah mencapai sekitar 58 persen.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Kementerian ATR/BPN melibatkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Mahasiswa akan membantu proses pendataan dan pendampingan sertifikasi tanah wakaf di berbagai daerah.

Menurut Nusron, pola tersebut telah terbukti berhasil diterapkan di Universitas K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Dalam tiga bulan, mahasiswa KKN Tematik di kampus itu membantu penyelesaian sertifikasi 2.487 bidang tanah wakaf.

“Keberhasilan itu saya copy paste, saya bawa ke sini. Harapan saya, tahun depan saat datang lagi ke Sulawesi Selatan, sertifikat tanah wakaf dan tempat ibadah semua agama di Sulawesi Selatan sudah mencapai 100 persen atau minimal mendekati 100 persen,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah BPN Sulawesi Selatan Wartomo menyerahkan 83 sertifikat tanah wakaf kepada sejumlah penerima. Sertifikat tersebut diperuntukkan bagi masjid, musala, yayasan, serta tempat ibadah lainnya di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Makassar Muammar Bakry menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sertifikasi tanah wakaf penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi aset keagamaan dari potensi sengketa.

“Kalau masjid dan pesantren kita sudah ada sertifikat wakafnya, itu sudah salamatan fiddin namanya. Dan itu menurut informasi, program ini gratis,” ujar Muammar. (red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan